Cermin Fisika

Standard

Saat pertama kali mendengar kata “Fisika”, langsung yang terbesit Tiara adalah rumus-rumus aneh beserta para penciptanya, yaitu ilmuwan seperti Sir Isac Newton, Snellius, dan kawan-kawannya. Para ilmuwan tersebut membuat hokum-hukum fisika dan menurunkan nya menjadi sebuah rumus. Rumus-rumus itu awalnya terlihat cantik saat dilihat di dalam sebuah persegi panjang yang berukuran sekitar 4×6 cm. tapi, setelah tiba waktunya untuk  mempelajri rumus cantik itu, mood Tiara langsung berubah dari happy face menjadi badmood. Karena nggak ngerti sama rumus-rumus fisika yang diterangkan sama guru di depan kelas, jadinya pikiran tiara entah kemanan-mana, dan akhirnya tiara mulai mengantuk.

Tiba-tiba Tiara teringat sama perkataan temannya, temannya bilang,”kalo ngantuk lakukan kegiatan!” sampai sekarang Tiara masih kurang mengerti sama ucapan temannya itu, karena pada saat temannya mengatakan hal itu kepada Tiara, temannya sedang mempraktikkan kegiatan aneh dengan cara memukul-mukul punggung teman sebangkunya, hmm, karena lucu membayangkannya Tiara jadi mengulum senyumnya.

“Wah gawat” bisik Tiara.

“Gawat kenapa?” balas sasha teman sebangkunya.

Tiba-tiba bu FB (begitu bu Frisca Batubara biasa dipanggil) datang menghampiri meja Tiara. Sambil menaikkan sedikit posisi kacamatany, bu FB berjalan melenggang bak peragawati dan dengan cepatnya ia menggelindingkan spidol hitam di atas meja Tiara.

“Kerjakan latihan halaman 193 nomor 1 bagian a dan b di papan tulis!”

“Saya bu?” jawab Tiara ragu-ragu.

“Iya kamu!”

Bermodal gemetaran dan ketidaktahuan, Tiara maju ke depan kelas dan membaca soal Fisika yang diberikan bu FB tadi.

“Aduh gimana ni?”

“Sasha, bantu aku dong.” Kata Tiara sambil menghadap ke belakang.

“Aku nggak tau, tanya sama Rian aja.” Jawab sasha buru-buru.

“Hmm, Rian kasi tau dong, kamu kan cowok paling pintar Fisika di kelas.”

“Maaf ya, aku nggak tau Ra.” Jawab Rian dengan gaya sok cool nya.

“Jangan tanya temannya, kerjakan sendiri!” bentak bu FB.

“Huuh, bikin kaget saja makhluk hidup berbakat Fisika yang satu ini.”

Satu menit, tiga menit, akhirnya tujuh menit. Tiara hanya berdiam diri mematung sambil sesekali menggerutu.

“Hey, kamu! Bagaimana kerjaanmu?’

“Maaf bu, saya nggak bias.”

“Hmm, baguslah, kembali duduk dan lanjutlkan khayalanmu tadi, sepanjang pelajaran ibu perhatikan kamu mengkhayal saja.”

Tet.. tet.. tet..

“Sekian pelajaran untuk hari ini, selamat pagi.”

“Kayaknya hari ini sial banget deh.” Cetus Tiara.

“Makanya jangan kebanyakan mengkhayal, ntar malem kerjain tu pr ha; 210-211, jangan mengkhayal aja taunya.”

“Iya, iya emang pr nya tentang apa sih?”

“Cermin!”

“yasudahlah, lupakan. Nanti malam pr nya aku kerjakan.”

“Perlu bantuan?” ejek Sasha.

“Nggak perlu!”

Pada malam hari….

Tet tot tet tot tet tot kring kring kring. Ada sms masuk.

“Selamat ngerjain pr Fisika ya neng.”

Sender : Sasha bawel

Singkat cerita,

          Karena memang sudah kebiasaan Tiara mengkhayal, jadi waktu mencari jawaban soal Fisika yang ada di buku tiba-tiba Tiara terkagum-kagum dengan pernyataan yang dibacanya dari buku fisika tersebut. ….

 

…bersambung

3 responses »

  1. Usahakan tulisan yang dibuat dibaca ulang setelah selesai. Perhatikan typo dan tanda baca. Masih ada beberapa yang salah tuh.

      • pemilihan kata udah bagus kok. cuma ada beberapa kalimat yang belum efektif. terus latihan dan sering sering lihat blog orang lain yang udah lebih bagus. lama lama juga bagus sendiri kok.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s